markotorres.com – Meningkatnya debit air Sungai Batanghari kembali jadi perhatian serius di Kabupaten Muaro Jambi. Sejumlah permukiman warga yang berada di bantaran sungai kini terancam terdampak banjir. Kondisi ini membuat Bupati Muaro Jambi bergerak cepat agar risiko bisa ditekan sejak dini.
Read More : Politik Lokal! Deklarasi Pemenangan Salah Satu Calon Gubernur Di Jambi Dihadiri Ribuan Simpatisan!
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi mencatat kenaikan tinggi muka air yang cukup signifikan. Dalam satu hari, ketinggian air naik dari 9,54 meter menjadi 10,51 meter pada Kamis (12/12). Angka ini jelas bukan hal sepele, apalagi jika curah hujan terus meningkat.
Imbauan Langsung dari Bupati Muaro Jambi
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno langsung mengeluarkan imbauan keselamatan kepada masyarakat. Ia meminta warga, khususnya yang tinggal di sekitar Sungai Batanghari, untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di bantaran sungai.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari aktivitas di sepanjang Sungai Batanghari, terutama saat hujan. Ini sangat berisiko terhadap keselamatan,” tegas Bupati. Menurutnya, keselamatan warga harus jadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi.
Baca juga: Pertanian! Petani Jeruk Di Jambi Merugi Akibat Serangan Hama, Minta Bantuan Pemerintah Pusat!
Penyebab Kenaikan Debit Air dan Potensi Luapan
BPBD menjelaskan, kenaikan debit air Sungai Batanghari dipicu oleh limpahan air dari wilayah hulu serta adanya pengaruh pasang di bagian hilir. Kombinasi ini membuat air sungai naik lebih cepat dan berpotensi meluap ke kawasan permukiman.
Bahkan, BPBD memperkirakan ketinggian air masih bisa terus bertambah dalam beberapa hari ke depan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, risiko banjir di desa-desa rawan akan semakin besar.
Pemkab Muaro Jambi Tetapkan Status Kesiapsiagaan
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi telah menetapkan status kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi. Bupati juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk memperketat pemantauan kondisi sungai.
Berbagai langkah mitigasi sudah disiapkan, seperti pemetaan wilayah rawan banjir, penyiagaan personel, hingga kesiapan logistik dan peralatan darurat. Upaya ini diharapkan mampu meminimalkan dampak banjir dan menjaga keselamatan warga Muaro Jambi yang tinggal di daerah rawan.






































