markotorres.com – Pemerintah Kota Jambi resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana akibat curah hujan tinggi yang belakangan terus meningkat. Penetapan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Jambi, dr. Maulana, saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Wali Kota Jambi, Senin (15/12/2025).
Read More : Opini Pemerintahan! Wacana Penerapan Smart City Kota Jambi, Mampukah Mendorong Efisiensi Pelayanan?
Rapat penting ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Sekretaris Daerah Kota Jambi, Kapolresta Jambi, Dandim, BPBD Kota Jambi, Basarnas Jambi, Damkartan Kota Jambi, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Semua pihak diminta bergerak cepat dan solid.
Antisipasi Dampak Curah Hujan Tinggi
Wali Kota Maulana menjelaskan, status siaga darurat ditetapkan karena potensi bencana hidrometeorologi bisa terjadi kapan saja. Mulai dari banjir, genangan air, hingga dampak turunan lain yang mengganggu aktivitas warga.
“Saya minta seluruh OPD melakukan pengecekan sarana dan prasarana. Harus dipastikan benar-benar siap dalam kondisi darurat,” tegas Maulana. Menurutnya, kesiapan sejak dini akan mempercepat penanganan jika situasi darurat benar-benar terjadi.
Baca juga: Penganiayaan Lansia di Kota Jambi, Pria 43 Tahun Ditangkap Usai Ribut Soal Motor Bising
Dinas Kesehatan Diminta Siaga 24 Jam
Selain OPD teknis, Maulana juga menaruh perhatian besar pada sektor kesehatan. Ia meminta Dinas Kesehatan Kota Jambi memastikan ketersediaan obat-obatan, tenaga medis, dan layanan kesehatan yang siap siaga selama 24 jam.
“Dinas Kesehatan harus siap penuh, baik dari sisi tenaga kesehatan maupun logistik medis,” ujarnya. Langkah ini penting untuk mengantisipasi dampak kesehatan yang mungkin muncul saat bencana.
Gotong Royong Massal Jadi Kunci Pencegahan
Tak hanya mengandalkan pemerintah, Maulana juga mengajak masyarakat ikut terlibat. Ia menginstruksikan para camat dan lurah agar dalam dua hari ke depan menggerakkan gotong royong massal, khususnya membersihkan saluran drainase. “Gotong royong massal harus segera dilakukan untuk mengurangi potensi banjir,” katanya. Drainase yang bersih dinilai mampu menekan risiko genangan air saat hujan deras.
Wilayah Rawan Banjir di Kota Jambi
Maulana memaparkan, Kota Jambi memiliki banyak anak sungai yang rawan meluap. Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Kecamatan Kota Baru, Jelutung, Telanaipura, Danau Sipin, Jambi Timur, dan Alam Barajo. Dengan kondisi ini, status siaga darurat diharapkan membuat semua pihak lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan terburuk.
































